SUFI PEJUANG

Berjuang Menggapai Cinta Hakiki

Hidup Menurut Aturan Allah

Posted by sufipejuang pada Desember 31, 2007

Manusia hidup menjejakkan kaki di bumi dan beratapkan langit Allah. Manusia makan dari tumbuhan dan binatang ternak yang Allah ciptakan. Manusia minum dari air ciptaan Allah. Bernafas pun udara ciptaan Allah juga. Itulah hakikat kehidupan manusia di dunia ini. Pertanyaannya, mengapa manusia tidak mau hidup menurut aturan yang telah Allah tentukan? Bayangkan ada seorang yang menggunakan peralatan elektronik atau mesin tidak sesuai prosedur pemakaian yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya. Tentu kerusakanlah jawabannya.

Allah berfirman:

“Lahirlah kerusakan di lautan dan di daratan akibat dari tangan-tangan manusia”

[Q.S. Ar Rum : 41]

Kerusakan di laut dan di darat telah kita rasakan bersama akibat manusia-manusia yang hidup dimuka bumi ciptaan Allah ini tetapi tidak mau mengikuti aturan Allah. Manusia-manusia seperti ini Allah cap dengan gelaran kafir atau dzalim atau fasik, sebagaimana firman Allah:

“Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang kafir”

[Q.S. Al Maidah : 44]

“Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang zalim”

[Q.S. Al Maidah : 45]

“Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang fasiq”

[Q.S. Al Maidah : 46]

Supaya manusia bias hidup di dunia ini seperti yang dikehendaki Allah (sesuai Al Quran dan As Sunnah) maka manusia perlu menjalani Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat.

Syariat

Syariat adalah peraturan lahir dan batin atau hukum Allah yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an dan dijelaskan oleh hadis Rasulullah SAW. Hukum Syariat terdiri dari lima hukum, yaitu wajib, sunat, haram, makruh dan mubah.

Syariat Allah yang terdiri dari lima hukum itu, kalau membahas mengenai persoalan keyakinan dan aqidah, disebut tauhid. Bila membahas persoalan lahiriah seperti berpakaian, perdagangan, tatacara shalat disebut fiqih. Kalau syariat itu kalau membahas mengenai persoalan hati, nafsu, batin atau rohani disebut tasawuf.

Tauhid, fiqih dan tasawuf tidak dapat dipisahkan, ketiganya harus dipelajari, difahami dan diamalkan, misalnya dalam shalat, ketiganya harus diamalkan secara serentak.

Fiqihnya : Berdiri, rukuk, sujud dalam setiap bacaan dan perbuatan dalam shalat

Tauhidnya : Yakin dengan Allah Yang Maha Melihat

Tasawufnya : Khusyuk, faham setiap bacaan dan rasa tadharuk dengan Allah.

Ketiganya tidak dapat dipisahkan, Imam Malik r.a berkata :

“Barang siapa yang semata-mata berfiqih tetapi tidak bertasawuf, dia akan jatuh fasiq. Barang siapa yang bertasawuf tetapi tidak berfiqih, dia akan jatuh zindiq (kafir)”.

Tarekat

Tarekat artinya jalan.

Tarekat terbagi dua :

Tarekat wajib yaitu syariat yang berbentuk teori kemudian diamalkan sungguh-sungguh. Contoh: bertarekat dalam shalat maknanya kita belajar ilmu tentang shalat kemudian melaksanakan shalat seperti yang kita pelajari.

Tarikat sunat. Seperti tarekat Alawiyah, Satariah, Qadariah, Naqsabandiyah, Muhammadiyah dan lain-lain, yaitu kita mengamalkan disiplin wirid-wirid, shalawat-shalawat tertentu yang disusun oleh ulama-ulama terdahulu yang tersambung dengan Rasulullah saw.

Tarekat wajib, memang wajib bagi setiap orang untuk mengamalkannya. Tarekat sunat banyak diamalkan oleh orang yang bercita-cita mendidik diri dan oleh ulama-ulama yang haq.

Sebaiknya kita juga mengamalkan tarekat sunat untuk memudahkan jalan kita menuju Allah. Orang yang mengamalkan tarekat sunat ini akan dibantu dalam bermujahadah melawan nafsu dan mendidik hati ke arah taqwa. Perlu diingat dalam kita mengamalkan tarekat sunat, kita tidak boleh meninggalkan tarekat wajib, karena amalan sunat tidak akan memiliki nilai apa-apa tanpa mengerjakan amalan wajib.

Hakikat

Setelah seseorang itu bersyariat dan bertarekat sungguh-sungguh dia akan dapat rasa Hakikat, yaitu rasa yang Allah jatuhkan ke hati hambaNya yang Dia pilih dan kehendaki. Orang ini tidak lagi memiliki sifat mazmumah (sifat jahat). Sifat-sifat mahmudah (terpuji) menghiasi dirinya, seperti rasa syukur, redha, zuhud, tawakal, pemurah, dan lain-lain. Jiwanya tidak terpengaruh dengan perubahan suasana. Allah letakkan dalam hatinya rasa tenang dan damai. Firman Allah :

Ketahuilah dengan mengingati Allah itu hati akan tenang

[Q.S. Ar Rad : 128]

Orang berzikir yang mendapat ketenangan itu mulutnya menyebut Allah, hati merasakan kebesaran Allah dan perbuatannya melaksanakan perintah Allah. Soal hakikat atau buah ibadah tidak dapat dipelajari. Siapa yang dapat, dia akan merasakannya. Orang yang telah mendapat hakikat, dikatakan orang yang benar-benar kenal Allah.

Makrifat

Orang yang telah sampai ke tingkat makrifat dikatakan orang-orang yang Al ‘Arifbillah atau golongan ‘Arifin. Mereka ini kenal Allah dengan mata hati dan mereka telah mencapai taraf bertaqwa. Mereka benar-benar dapat melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah yang haram dan makruh.

Kalau ada orang yang melaksanakan syariat dengan sungguh-sungguh, memahami kelima hukum dengan sungguh-sungguh tetapi tidak tenang, tidak redha, tidak sabar dan lain-lain dia harus memeriksa dirinya, muhasabah dirinya kembali. Kalau bukan kesalahan di bidang Tauhid, mungkin salah di bidang fiqih atau di bidang tasawuf.

About these ads

10 Tanggapan to “Hidup Menurut Aturan Allah”

  1. [...] yang sudah saya jelaskan dalam tulisan yang berjudul : Hidup Menurut Aturan Allah, manusia perlu menjalani Syariat, Tarekat, Hakikat dan [...]

  2. [...] yang sudah saya jelaskan dalam tulisan yang berjudul : Hidup Menurut Aturan Allah, manusia perlu menjalani Syariat, Tarekat, Hakikat dan [...]

  3. yayat s. said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Saya sangat terkesan dengan bahasan diatas memang syariat, tarikat, hakikat dan marifat itu sangat erat hubungannya dengan kata lain tidak dapat dipisahkan. Orang yang mengerjakan syariat tanpa hakikat maka ibadahnya kosong, sebaliknya hakikat tanpa sariat batal hukumnya. Saya setuju dan memang dapat dipahami walaupun saya masih awam dalam agama.

    Salam buat seluruh pecinta di milis ini.

  4. madotz said

    HAM .. versi yg menciptakan manusia .. manusia harus beribadah kpd penciptanya .. yaitu allah ..

  5. agus abu said

    Assalamu ‘alaikum terimakasih pnjelasan antum itu singkat dan padat. skr sangat bnyak org yg menghujat ilmu tashawuf tp biarlah. bagi ikhwan tarekat sy punya 2 buku 1. ttg 7 lathifah dan 2O muraqabah serta 15 maqam kewalian. 2. ttg martabat tujuh hub 0856 7368 179 Allah meridhoi

  6. riki said

    bagus sekali aku mendukung aturan aloh,,,,

  7. IBARATNYA.LAHIR LAH AIRLAUT YANG MENGALIR KEDARATAN MAKA AIR LAUTITU MAKA RUSAK DITANGAN MANUSIA
    MAKA KITA ARUS PERBAIKAN DIRIKITA

  8. kita arus jalan kan perinta allah

  9. Saya setuju,klo smua manusia mau bljr mnrt aturan Allah gak akan ada korupsi ntc

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: