SUFI PEJUANG

Berjuang Menggapai Cinta Hakiki

Guru Mursyid dan Kecelakaan Ruhani

Ditulis oleh sufipejuang di/pada Januari 14, 2008

Jalan menuju Allah itu bersifat ruhaniah. Mata lahir dan akal tidak akan mampu melihat jalan ini. Yang mampu melihatnya hanyalah ruh atau hati yang bersih.

Saudaraku, sudah menjadi pengalaman kita, bahwa di jalan raya yang bersifat material banyak terjadi kecelakaan. Padahal, jalan raya yang bersifat material itu, mata lahir kita bias melihatnya.Jalan raya itu juga dilengkapi dengan berbagai rambu lalu-lintas. Tetapi kecelakaan berlaku setiap hari. Ada yang tabrakan, ada yang serempetan, ada yang masuk jurang, ada yang terguling dan berbagai macam kecelakaan bias terjadi di jalan yang begitu jelas terlihat dengan mata kepala kita.

Belajar dari pengalaman ini, tentu kita dapat dengan mudah memahami kenyataan betapa susahnya menempuh jalan ruhani (jalan menuju Cinta Agung). Berbagai macam kecelakaan ruhani menimpa kita setiap harinya.

Coba kita review kembali kecelakaan-kecelakaan ruhaniah yang menimpa kita tiap hari.

  • ada perempuan lewat, mata kita tak berkedip.
  • Di uji oleh Allah dengan kehilangan barang kesayangan, rumah terbakar, hendak menikah ternyata ditinggal kawin oleh calon suami/istri, dll maka kita pun complain dengan Allah. Kita tak puas hati dengan ketentuan Allah. “mengapa itu harus terjadi padaku?”
  • Bila mendapat nikmat, sombong, berbangga hati, tidak bersyukur.
  • Dalam majlis pertemuan resmi dengan Allah (sholat) tidak melahirkan rasa takut, tidak terasa hebatnya Allah. Tetapi bila ketemu dengan presiden tersa takut dan terasa kuasa presiden sehingga kita begitu menjaga adab bila ada pertemuan dengan Presiden.
  • Apabila berdakwah, kemudian dipuji orang maka hati pun berbunga (termasuk lah menulis blog kemudian dipuji postingannya bagus-bagus, maka hatinya berbunga-bunga)

Nah, saking seringnya kita mengalami kecelakaan ruhaniah ini, maka kita perlu pimpinan dari orang yang mampu melihat dan paham jalan ini (jalan ruhaniah menuju Allah). Orang ini disebut guru mursyid. Guru mursyid sangat diperlukan oleh setiap manusia dalam perjalanan ruhani menuju taqwa. Dia dapat memimpin di bidang ilmu, akal atau hati, lahir maupun batin dan dalam semua hal sehingga hidup manusia dapat tertuju kepada Allah. Guru mursyid Allah beri anugerahkan ilmu-ilmu yang luar biasa, ilmu lahir juga ilmu batin.

Karena pentingnya guru mursyid ini, Imam Malik pernah berkata: “Barangsiapa yang tidak mempunyai guru mursyid maka syaitanlah yang akan menjadi gurunya.”

Orang yang bisa memimpin hati/ruhani (guru mursyid), hanyalah orang yang pintu hatinya terbuka, yaitu orang yang mempunyai basyirah. Bukan sekadar akalnya yang terbuka. Banyak orang yang akalnya terbuka, hingga dapat menangkap ilmu, tetapi sangat sedikit orang yang hatinya terbuka. Mursyid itu ialah orang yang hatinya terbuka luas dan dapat memimpin orang lain.

Jadi setiap orang mesti mencari seorang guru mursyid untuk memimpin dirinya walaupun dia alim. Setelah dia bertemu dengan guru mursyid yang layak, maka lahir dan batinnya perlu diserah kepada guru mursyid itu.

 

14 Tanggapan ke “Guru Mursyid dan Kecelakaan Ruhani”

  1. aboutmiracle berkata

    sungguh MENAMPAR banget tulisan ini…

    Terimakasih atas nasihatnya… !

  2. 2am berkata

    hanya Baginda Agung Rasulullah SAW yang tidak memiliki guru mursyid, karena Baginda mendapat kelayakan untuk langsung berhubungan dengan Tuhan :)

  3. mac berkata

    orang harus bertarekat dunk??

    padahal tarekat2 sdh termasuk dari golongan2 orang islam yg diisyaratkan nabi orang islam terpecah menjadi 73 golongan ,dan hanya satu yg selamat ahlussunnah wal jamaah, bisa kasihpencerahan mas?

  4. duniawali berkata

    Yang dimaksud islam berpecah menjadi beberapa golongan itu adalah berpecah dalam segi aqidah, bukan dari hal-hal yang bersifat furuk…

  5. aboutmiracle berkata

    tarekat2 haq yang ada semuanya ber-i’tiqad Ahlussunah waljamaah…
    silakan cek satu persatu jika ada waktu.

    73 firkah itu dalam hal akidah, tetapi bukan dalam hal fiqih , amalan ataupun hal2 yang sifatnya cabang.

  6. [...] di Guru Mursyid dan Kecelakaan Ru… duniawali di Guru Mursyid dan Kecelakaan Ru… mac di Guru Mursyid dan Kecelakaan Ru… sitijenang di Sepatutnya Berterimakasih, tet… 2am di 7 Peringkat Zalim 2am di Guru Mursyid [...]

  7. tkarso berkata

    Saya setuju saja guru Mursyid, tapi sulit nyarinya, ada inem, tulkiem, mursyid mah susah. Berarti kalau belajar sendiri gurunya setan dong ? wo wis gak popo wong setan juga ciptaan tuhan ya? Gimana kalau guru kita adalah hati kita? hati yang bersih dari raga yang bersih dari hal-hal haram, mensucikan hati dari penyakit hati………..nah guru kita hati itu?

    #Kalau kita mau mencari Allah akan beri jalan. Lihat sejarah Sayidina salman Al Farisi dalam mencari kebenaran yang di bawa Nabi Muhammad.

  8. 2am berkata

    “tapi”, memansuhkan kata2 yang di depannya :)

  9. sufimuda berkata

    setuju banget dengan artikel ini, salam kenal

  10. Jaelani berkata

    Wah, setuju tuh dengan Guru Mursyid. Namun, ada kesulitan nih ketika harus mencari guru mursyid itu. Apa ada orang yang mengaku : “Woi, woi, saya guru mursyid, siapa yang mau nge-guru ke saya?”. Tentu jawabannya tidak ada pasti. Jadi, kemanakah sya harus mencari guru mursyid itu??

  11. Gimana tuh cara nyari guru mursyid??

  12. bayumariachi berkata

    isitkharah

  13. Higita cahaya salwa berkata

    Alhamdulillah…
    idem, dengan kata setuju utk artikel ini.
    mau minta petunjuk TUHAN ttg Guru Mursyid ah..
    :-)

  14. [...] mac Berkata: [...]

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>